Rabu, 15 Maret 2017

Gabungan masyarakat morowali dan HmI komisariat Universitas Islam Jakarta melakukan aksi unjuk rasa yang kedua kalinya di kantor pusat perusahaan PT. IMIP Jakarta

Gerakan rakyat dan buruh morowali bersama HmI komisariat UIJ saat unjuk rasa dikantor pusat PT, IMIP Jakarta pagi tadi rabu 15/03/2017
Perwakilan Masyarakat dan buruh morowali bersama tim Advokat LMR-RI saat berdiskusi dengan pihak perusahaan terkait tuntutan

Jakarta 15/03/2017. Demonstran yang tergabung dalam “Gerakan Rakyat dan Buruh Morowali Menuntut“ masih tetap konsisten menuntut terkait persoalan yang berada dimorowali tepatnya di kecamatan bahodopi tempat atau lokasi dimana perusahaan PT. IMIP beroperasi. Banyak hal yang terjadi semenjak berdirinya pabrik terbesar se Asia tenggara “katanya” sampai hari ini tidak terselesaikan, komitmen perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat dan buruh itu hanya surga telinga dari pihak perusahaan untuk masyarakat morowali dan pemerintah juga hanya menutup mata dan telinga terkait persoalan yang terjadi di morowali, apakah pemerintah sudah main mata dengan perusahaan agar masalah ini tidak dibesar besarkan. Masalah yang paling urgen dan menjadi isu nasioanal adalah masalah tenaga kerja asing yang ilegal yang keluar masuk Indonesia khususnya morowali yang mencapai 14.524 TKA dan pelarangan sholat bagi karyawan sampai sampai dipecat apabila kedapatan sholat.

Imam salah satu kader HmI komisariat UIJ yang tergabung dalam aksi ini mengatakan bahwa perusahaan dan pemerinta harus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi di daerah morowali, miris sekali saudara saudara saya tertindas didaerah sendiri tanpa ada pertanggung jawaban dari pihak perusahaan, kemudian lagi saya sabagai umat beragama sangat tidak setuju dengan adanya pelarangan sholat bagi karyawan ini melanggar aturan yang telah diatur oleh undang undang, juga perusahaan sama sekali tidak komitmen dengan apa yang menjadi kewajiban perusahaan mensejah terakan rakyat kecamatan bahodopi malah membuat masyarakat terpuruk,perusahaan semacam ini memang wajib ditutup dan dimusnahkan karena telah menganut paham komunis. Walaupun presiden yang dibelakang perusahaan ini kami tidak akan pernah takut dan mundur selagi kami menyuarakan hak masyarakat yang tertindas. Ucapnya

Setelah dua hari berturut turut melakukan aksi pihak perusahaan mulai membuka diri dan bertemu dengan perwakilan masyarakt morowali dan tim advokat LMR-RI untuk berdiskusi terkait tuntutan masa aksi, setelah beberapa jam berdiskusi melahirkan kesepakatan bahwa jawaban semua tuntutan akan di bicarakan lagi hari kamis 16 / 03 / 2017. Besar harapan masyarakat dan buruh morowali semua tuntutan dapat terealisasi.

SHARE THIS

0 komentar: